Monday, January 15, 2018

Indonesian Parent Sindrom Kematian Mendadak (Pada Bayi)

  Andini Putry       Monday, January 15, 2018
Sindrom Kematian Mendadak (Pada Bayi) - Dalam dunia kesehatan, dikenal adanya sindrom maut bayi mendadak. Banyak hal yang diduga menjadi faktor penyebabnya, sedangkan penyebab niscaya maut itu sendiri seringkali sulit di identifikasi. Hasil otopsi kadang tidak sanggup menyimpulkan penyebab niscaya maut bayi mendadak ini. Pada umumnya kasus maut bayi mendadak banyak terjadi dikala usia satu tahun atau kurang.

Kasus lain terjadi dikala pulang kampung lebaran dua tahun lalu, seorang ibu menggendong bayinya pulang kampung dengan dibonceng sepeda motor. Bayi diselimuti rapat. Tiba di daerah tujuan, dikala selimut dibuka, sang bayi sudah kaku dan biru, tidak diketahui kapan meninggalnya. Berita ini sempat dimuat di koran lokal Jawa Timur.
 

 dikenal adanya sindrom maut bayi mendadak Indonesian Parent Sindrom Kematian Mendadak (Pada Bayi)

Apa saja faktor yang sanggup menjadikan terjadinya kasus maut bayi mendadak ini?

Penyebabnya sangat kompleks, seringkali merupakan campuran beberapa tanda-tanda atau sindroma. terutama pada bayi bayi prematur di mana kematangan organ tubuhnya belum tepat berfungsi. Namun demikian, ada baiknya beberapa faktor pelopor terjadinya maut bayi mendadak ini kita ketahui.

1. Orangtua tidak diperkenankan merokok di akrab bayi.  Keracunan asap nikotin sangat berbahaya bagi kondisi paru -paru dan jantung bayi.

2. Tidak membiarkan bayi tidur sendirian tanpa pengawasan berkala. Sebaiknya orang renta sering sering memperhatikan posisi tidur bayi. Hal ini terutama pada bayi yang sudah mulai sanggup tengkurap dan aktif bergerak.

3.  Hindari penggunaan selimut ringan di tubuhnya kalau bayi sudah sanggup mengangkat kaki, sering terjadi selimut tertarik kearah wajah dan menutup hidung bayi.

4.  Memeluk bayi atau menyusui bayi dalam kondisi mengantuk berat sebaiknnya dihindari, ancaman kalau bayi hidungnya tertindih payudara ibu dan tidak sanggup bernafas.

5. Jangan meninggalkan bayi dalam posisi tidur tengkurap dalam waktu usang tanpa pengawasan, sebaiknya tidurkan bayi terlentang.

6.  Menidurkan bayi di dalam boks harus dipastikan tidak ada kisi kisi atau celah yang sanggup menciptakan bayi terjepit maupun terjatuh.

7. Tidak membiarkan bayi kedinginan sebab dibaringkan dilantai dengan bantalan tipis, terkena kipas angin, atau suhu AC yang hirau taacuh (suhu kondusif AC  untuk bayi gres lahir berkisar antara 28 atau 29), kenakan topi pada kepala bayi, sarung kaki dan tangan. Suhu badan bayi dibawah 36,5 celcius perlu diwaspadai.

8.  Pastikan dalam kamar bayi cukup sirkulasi udara, tidak  memakai pengharum ruangan atau obat nyamuk sprayer maupun bakar di ruang tidur bayi. Begitu pula Kamar yang masih berbau cat, tidak baik untuk pernafsan bayi

9.  Tidak diperbolehkan mengganjal dot bayi pada mulutnya dengan alasan apapun, sebaiknya memberi minum bayi harus dalam keadaan  bayi bangun,dan dipangku posisi setengah duduk.lalu disendawakan sebelum ditidurkan.Untuk mencegah bayi tersedak dan gumoh.

10.  Suhu kamar yang pengap dan panas bukan daerah yang kondusif untuk menidurkan bayi

11.   Tidak diperkenankan membawa bayi berlama-lama di  bengkel atau di daerah parkir yang penuh sesak kendaraan bermotor. asap kendaraan sangat ancaman bagi paru paru bayi. Bila ingin belanja di sentra perbelanjaan, ibu yang menggendong bayi sebaiknya tidak ikut masuk ke area parkir.

12.  Menggendong bayi dengan kain dan bepergian dalam waktu tempuh yang jauh dan usang sebaiknya dihindari. Angin yang kencang, bayi kekurangan oksigen dalam selimut selama perjalanan sangat berisiko.

13.  Perhatikan gerak gerik kakaknya yang masih kecil dikala berada didekatnya. Walau mungkin sedang ingin mengajaknya bermain ciluk ba!, pernah terjadi adiknya ditutupi bantal. Untung pembantunya segera tahu.

14.  Bila di rumah bayi ditinggalkan bersama babysitter atau pembantu, sampaikan pesan tips menjaga keselamatan bayi ini dan cara menghubungi anda kalau terjadi sesuatu.

Tanpa kita inginkan, adakalanya datang tiba bayi mengalami hal hal darurat dikala di rumah. Apa yang harus dilakukan?

Bayi tersedak dikala minum susu : Segera posisikan bayi miring kiri, keluarkan sisa susu dan muntah dari verbal dan hidungnya dengan tissue atau saputangan lembut. Telentangkan bayi ditempat datar, rangsang bayi untuk menangis pada telapak kaki  dengan melaksanakan sentilan jari jari kita. Sambil menuju ke pelayanan kesehatan terdekat kalau bayi tidak sanggup menangis atau biru.

Bayi kaki dan tangan teraba dingin, menggigil, wajah pucat : Segera hangatkan bayi dalam dekapan, beri selimut dan kaus tangan dan kaki.Berikan ASI . Kontak kulit badan ibu secara eksklusif sanggup menghangatkan bayi. Matikan AC atau kipas angin di akrab bayi. Bila cuaca sangat dingin, tutup jendela kamar.

Bayi kejang - kejang ; segera jaga pengecap bayi biar tidak tergigit , bebaskan bayi dari pakaian ketat, segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat

Bayi terluka : Cek potongan yang memar atau luka, kalau luka  berdarah, tekan akrab potongan yang mengeluarkan darah  dengan kapas higienis atau kain higienis biar berhenti dan segera bawa ke rumah sakit atau  tenbaga kesehatan  terdekat.

Bayi muntah muntah  terus menerus: Posisikan kepala bayi miring ke satu sisi, bersihkan sisa muntah di verbal dan hidung, bawa ke rumah sakit. Longgarkan baju bayi biar sanggup bernafas.

Bayi lemas / pingsan dikala berada di daerah umum : Segera jauhkan bayi dari kerumunan, kemungkinan bayi mengalami kekurangan oksigen atau kalau di daerah parkir keracunan asap kendaraan. Perhatikan pernafasan bayi. Bilaperlu lakukan pernafasan buatan. Bila  bayi tersengal sengal dan wajah membiru segera  bawa ke rumah sakit atau tenaga kesehatan terdekat.

Bayi tercebur kolam atau kolam mandi : Segera selamatkan bayi dari air, kalau tercebur hanya dalam waktu singkat dan bayi tidak sempat minum air, cukup hangatkan bayi dan peluk, rangsang bayi biar menangis . Bila bayi tetap  biru, tidak menangis segera beri nafas buatan dari verbal kemulut, rangsang bayi biar menangis sambil dibawa segera ke rumah sakit. Jangan menekan perut bayi untuk mengeluarkan air, kalau salah menekan akan merusak organ badan bayi yang masih rapuh.

Bayi tersetrum pedoman listrik: Bungkus tangan anda  yang kering dengan kain dan gunakan tongkat plastik berupa gagang sapu atau apapun di akrab anda untuk menjauhkan sumber pedoman listrik dari bayi. Jangan menyentuh langsung. Segera bawa bayi  ke daerah pelayanan kesehatan terdekat.

Bagian badan bayi tersiram air panas : Pada potongan badan bayi yang tersiram air panas segera aliri dengan air biar proses panas tidak semakin dalam merusak lapisan kulit, jangan mengolesi kulit bayi dengan odol, serbuk kopi dan sejenisnya. Tutup potongan yang melepuh dengan kain kassa steril kalau ada persediaan di rumah. Bawa ke daerah pelayanan kesehatan terdekat .

Bayi mengalami panas lebih dari 38 celcius
: buka semua  pakaian tebal atau selimut , kenakan baju tipis dan beri kompres  waslap dibasahi air hangat, kompres pada ketiak, leher dan lipat paha, segera bawa bayi ke daerah pelayanan kesehatan terdekat sambil terus di beri ASI

Bayi keracunan cairan contohnya minum minyak kayu putih : rangsang bayi untuk muntah dengan memasukkan jari  kelingking yang dibalut kassa secara hati hati ke verbal bayi, sesudah bayi muntah berikan cairan susu dan rangsang muntah lagi  biar sia minyak kayu putih keluar semua.  Namun harus hati hati pada dikala muntah jaga agar  bayi  tidak tersedak, miringkan kepala bayi ke salah satu sisi dikala muntah.sambil di bawa segera ke daerah pelayanan kesehatan.

Demikian mengenai Sindrom Kematian Mendadak (Pada Bayi), semoga gosip yang saya berkan kali ini sanggup bermanfaat buat kalian semuanya.

sumber:
logoblog

Thanks for reading Indonesian Parent Sindrom Kematian Mendadak (Pada Bayi)

Previous
« Prev Post

No comments:

Post a Comment

Dilarang Spam